Pemrograman terstruktur merupakan suatu tindakan untuk membuat suatu program yang berisi instruksi-instruksi dalam baghasa komputer yang di susun secara logis dan sistematis supaya mudah di tes, mudah dimengerti dan mudah di modifikasi.
Pemrograman terstruktur adalah bahasa pemrograman yang
mendukung pembuatan program sebagai kumpulan prosedur. Prosedur-prosedur ini
dapat saling memanggil dan dipanggil dari manapun dalam program dan dapat
mengunakan parameter yang berbeda-beda untuk setiap pemanggilan. Bahasa
pemrograman terstruktur adalah pemrograman yang mendukung abstraksi data,
pengkodean terstruktur dan kontrol program terstruktur. Sedangkan Prosedur
adalah bagian dari program untuk melakukan operasi-operasi yang sudah
ditentukan dengan menggunakan parameter tertentu.
Ciri – ciri Program Terstruktur
- Run correctly (program handal)
- Run efficiently (program menjadi sederhana / tidak rumit)
- Be easy to read and understand (mudah dibaca dan ditelusuri)
- Be easy to debug (program mudah ditelusuri kesalahannya)
- Be easy to modify (program mudah dimodifikasi)
#include
<iostream>
using
namespace std;
int
main()
{
cout<<"nama Herlina
Lai";
return 0;
}
OUTPUT
PROGRAM:
OPERATOR DAN
TIPE DATA
Operator
adalah simbol khusus yang dapat dilibatkan dalam pembuatan program untuk
melakukan suatu operasi matematika maupun manipulasi logika.
Tipe
data adalah klasifikasi variabel untuk menentukan keadaan data yang akan di
simpan dalam memory dan jenis operasi apa yang akan dilakukan oleh variabel
tersebut.
1.
Operator
Aritmatika merupakan operator yang digunakan untuk melakukan perhitungan
aritmatika. Operator Aritmatika dibagi menjadi 2 macam yaitu Operator
Binary dan Operator Unary.
- Operator Binary.
- + Operator Penjumlahan.
- - perator Pengurangan.
- * Operator Perkalian.
- % Operator Modulus.
- = Operator Sama Dengan.
- Operator Unari.
- + Operator Nilai Plus.
- - Operator Nilai Minus.
- ++ Operator Nilai Menaik (Increment).
- -- Operator Nilai Menurun (Decrement).
Contoh
program aritmetika:
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
float
bil1,bil2,jumlah,kali,bagi,kurang;
cout<<"masukkan
bilangan1:";
cin>>bil1;
cout<<"masukkan
bilangan2:";
cin>>bil2;
jumlah=bil1+bil2;
kali=bil1*bil2;
bagi=bil1/bil2;
kurang=bil1-bil2;
cout<<"hasil
jumlah:"<<jumlah<<endl;
cout<<"hasil
kali:"<<kali<<endl;
cout<<"hasil
bagi:"<<bagi<<endl;
cout<<"hasil
kurang:"<<kurang<<endl;
return
0;
}
Output Program:
Operator Relasi
Operator Relasi merupakan operator yang digunakan untuk melakukan perbandingan. Operator Relasi terdiri dari:
1. Operator Relasi.
2. < Operator Lebih
Kecil Dari.
3. > Operator Lebih
Besar Dari.
4. <= Operator Lebih
Kecil Sama Dengan.
5. >= Operator Lebih
Besar Sama Dengan.
6. == Operator Sama Dengan.
7. != Operator Tidak Sama
Dengan.
Contoh Program
Operasi Relasi:
#include
<iostream>
using namespace
std;
int main()
{
bool p,q;
cout<<"latihan
Lina"<<endl;
p=(7==5);
q=(7>4);
cout<<endl;
cout<<"5=3="<<p<<endl;
cout<<"5>4="<<q<<endl;
return 0;
}
Output program:
Operator Logika
Operator Logika merupakan operator yang digunakan untuk
melakukan fungsi logika. Operator Logika terdiri dari
1. Operator Logika
2. && Operator And
3. || Operator Or
4. ! Operator Not
Contoh program
operator logika:
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
bool
p,q,r;
cout<<"latihan
LIna"<<endl;
p=(1||1);
q=(0&&1);
r=!0;
cout<<endl;
cout<<"1
OR 1="<<p<<endl;
cout<<"0
AND 1="<<q<<endl;
cout<<"0
NOT="<<r<<endl;
return
0;
}
Output program:
TIPE DATA
Tipe data
adalah himpunan nilai yang dapat dimiliki oleh sebuah data. Tipe data
menentukan apakah sebuah nilai dapat dimiliki sebuah data atau tidak, serta
operasi apa yang dapat dilakukan pada data tersebut. Contoh tipe data dalam
dunia nyata adalah bilangan bulat.
Jika sebuah data, misalnya umur harus berupa bilangan bulat maka dapat dipastikan bahwa 25, 13, 7 dapat menjadi nilai umur, sedangkan angka yang menggunakan koma seperti 7.5, 19.655 .
Contoh bilangan bulat ini dapat kita lihat dalam kasus sehari - hari khususnya dalam hal pencacahan (Ingat kembali bilangan cacah : 1, 2, 3, 4, ... yang merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan bulat).
Jika sebuah data, misalnya umur harus berupa bilangan bulat maka dapat dipastikan bahwa 25, 13, 7 dapat menjadi nilai umur, sedangkan angka yang menggunakan koma seperti 7.5, 19.655 .
Contoh bilangan bulat ini dapat kita lihat dalam kasus sehari - hari khususnya dalam hal pencacahan (Ingat kembali bilangan cacah : 1, 2, 3, 4, ... yang merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan bulat).
Sebuah program akan dieksekusi
apabila memiliki perintah atau data yang akan diolah/proses. Data dalam bahasa
C++ memiliki tipe data tersendiri yang mampu dibaca oleh sistem komputer. Ada
beberapa macam tipe data yang ada dalam bahasa C++ antara lain sebagai berikut
:
- · Tipe Data Char
Char merupakan tipe data berbentuk karakter
tunggal(string tidak termasuk). Char memiliki jumlah bit sebanyak 8 bit (1
byte). Pendeklarasian secara umum adalah char
nama_variabel[panjang_karakter];.
- · Tipe data integer
Integer merupakan tipe data bilangan bulat. Integer
memiliki jumlah bit sebanyak 16b bit (2 byte). Pendeklarasian secara umum
adalah int nama_variabel; .
- · Tipe data float
Float merupakan tipe data bilangan pecahan presisi
tunggal. Float memiliki jumlah bit sebanyak 32 bit (4 byte). Pendeklarasian
secara umum adalah float nama_variabel; .
- · Tipe data double
Double merupakan tipe data bilangan pecahan presisi
ganda. Double memiliki jumlah bit sebanyak 64 bit (8 byte). Tipe data double
lebih akurat dibandingkan dengan float apabila terdapat banyak angka dibelakang
tanda koma ( , ) .
- · Tipe data void
Void merupakan tipe data tidak bertipe dan memiliki
jumlah bit sebanyak 0 bit. Biasanya digunakan saat pendeklarasian fungsi.
SELEKSI
(IF TUNGGAL, IF ELSE, IF DALAM IF)
Contoh program seleksi IF TUNGGAL
#include
<iostream>
using namespace
std;
int main()
{
float nilai;
cout<<"Herlina
Lai"<<endl;
cout<<"masukkan nilai
anda:";
cin>>nilai;
if(nilai>=80){
cout<<"selamat
anda lulus....."<<endl;
}
return 0;
}
Output program:
Contoh program if else:
#include
<iostream>
using namespace
std;
int main()
{
int nilai;
cout<<"Herlina
Lai"<<endl;
cout<<"nilai anda:";
cin>>nilai;
if(nilai>=90){
cout<<"lulus"<<endl;
}else{
cout<<"maaf
anda tidak lulus";
}
return 0;
}
Output program:
![]() |
| NILAI(>90) outputnya "LULUS". |
![]() |
| NILAI(<90) output "MAAF ANDA TIDAK LULUS". |
Contoh program if dalam if:
#include
<iostream>
using namespace
std;
int main()
{
int nilai;
cout<<"Herlina
Lai"<<endl;
cout<<"nilai yang anda
masukkan:";
cin>>nilai;
if(nilai==1)
cout<<"sangat
baik";
if(nilai==2)
cout<<"baik";
if(nilai==3)
cout<<"cukup";
else
cout<<"error";
}
Output program:
![]() |
switch
Switch Case merupakan salah satu bentuk
percabangan, yang digunakan untuk pilihan berjumlah banyak. Tidak dianjirkan
pada pilihan yang melibatkan jangkauan (range) tetapi dianjurkan pada pilihan
berupa konstanta dan banyak misalnya untuk memilih menu .
CONTOH
PROGRAM SWITCH:
#include <iostream>
using namespace std;
int main ()
{
char
kode;
cout<<"Masukkan
Kode Barang [A..C] : ";
cin>>kode;
switch(kode)
{
case
'A' :
case
'a' :
cout<<endl;
cout<<"Pilihan
anda adalah : Alat Olah Raga";
break;
case
'B' :
case
'b' :
cout<<endl;
cout<<"Pilihan
anda adalah : Alat Elektronik";
break;
case
'C' :
case
'c' :
cout<<endl;
cout<<"Pilihan
anda adalah : Alat Masak";
break;
default:
cout<<"Anda
Salah Masukkan Kode";
}
return
0;
}
OUTPUT PROGRAM:
![]() | |||||
| jika yang anda input adalah B. |
![]() | |
| jika anda menginput sembarang. |
PERULANGAN
1. Struktur Perulangan For
Struktur perulangan / pengulangan jenis for biasanya digunakan untuk melakukan
perulangan yang telah diketahui banyaknya. Biasanya jenis perulangan for
dianggap sebagai jenis perulangan yang paling mudah dipahami.
Untuk melakukan perulangan dengan menggunakan
struktur perulangan for, kita harus memiliki sebuah variabel sebagai
indeksnya. Namun perlu sekali untuk diperhatikan bahwa tipe data dari variabel
yang akan digunakan sebagai indeks haruslah tipe data yang mempunyai urutan
yang teratur, misalnya tipe data int (0,1,2, ... ) atau char ('a' , 'b' , 'c' ,
... ).
Adapun
bentuk umum dari struktur perulangan for adalah seperti dibawah ini:
// Untuk
perulangan yang sifatnya menaik (increment)
// Pastikan nialai awal < kondisi saat berjalan
for(variabel = niali_awal ; kondisi_saat_berjalan ; variable++)
{
Statemen_yang_akan_diulang;
}
// Untuk perulangan yang sifatnya menurun (decrement)
// Pastikan nialai awal > kondisi saat berjalan
for(variabel = nilai_awal ; kondisi_saat_berjalan ; variable--)
{
Statemen_yang_akan_diulang;
}
Contoh
Program dengan Struktur For:
Berikut
ini contoh program yang menunjukkan perulangan dengan menggunakan struktur
for. Program akan ditulis dalam dua tipe, yaitu perulangan for yang sifatnya
menaik (increment) dan perulangan for yang sifatnya menurun (decrement)
Contoh
perulangan For yang sifatnya menaik (increment).
#include <iostream>
using namespace std;
int main(){
int MD;
for(MD=0;MD<8;MD++){
cout<<"Belajar materi
perulangan"<<endl;
}
return 0;
}
Contoh
perulangan For yang sifatnya menurun (decrement).
#include <iostream>
using namespace std;
int main(){
int MD;
for(MD=8;MD>0;MD--){
cout<<"Belajar materi
perulangan"<<endl;
}
return 0;
}
// Pastikan nialai awal < kondisi saat berjalan
for(variabel = niali_awal ; kondisi_saat_berjalan ; variable++)
{
Statemen_yang_akan_diulang;
}
// Untuk perulangan yang sifatnya menurun (decrement)
// Pastikan nialai awal > kondisi saat berjalan
for(variabel = nilai_awal ; kondisi_saat_berjalan ; variable--)
{
Statemen_yang_akan_diulang;
}
using namespace std;
int main(){
int MD;
for(MD=0;MD<8;MD++){
cout<<"Belajar materi perulangan"<<endl;
}
return 0;
}
using namespace std;
int main(){
int MD;
for(MD=8;MD>0;MD--){
cout<<"Belajar materi perulangan"<<endl;
}
return 0;
}
output program:
![]() | |||||
| Kedua program diatas jika dijalankan akan menghasilkan output yang sama. |
2.
Struktur Perulangan While
Struktur perulangan while adalah perulangan yang melakukan
pemeriksaan kondisi di awal blok perulangan. Kita tahu bahwa perulangan hanya
akan dilakukan jika kondisi yang didefinisikan terpenuhi (jika kondisi bernilai
benar). Hal ini berarti jika kondisi yang didefinisikan tidak terpenuhi
(bernilai salah) maka statemen-statemen yang terdapat dalam blok perulangan pun
tidak akan pernah dieksekusi oleh program.
Contoh
Program dengan Struktur While:
#include
<iostream>using namespace std;
int main()
{
// Mendeklarasikan variabel MD sebagai
// Indeks perulangan
int MD;
// Melakukan inisialisasi nilai
// Terhadap variabel MD
MD = 0;
while (MD<8){
cout<<"Belajar C++ Bareng MateriDosen.Com\n";
// Statemen ini berguna untuk menaikkan nilai MD
// Setelah MD bernilai 8 maka perulangan berhenti
MD++;
}
return 0;
}
// Mendeklarasikan variabel MD sebagai
// Indeks perulangan
int MD;
// Melakukan inisialisasi nilai
// Terhadap variabel MD
MD = 0;
while (MD<8){
cout<<"Belajar C++ Bareng MateriDosen.Com\n";
// Statemen ini berguna untuk menaikkan nilai MD
// Setelah MD bernilai 8 maka perulangan berhenti
MD++;
}
return 0;
}
3. Struktur Perulangan
Do-While
Berbeda
dengan struktur while yang melakukan pemeriksaan kondisi di awal blok
perulangan, pada struktur do-while kondisi justru ditempatkan di bagian akhir.
Hal ini tentu menyebabkan struktur perulangan do-while minimal akan melakukan
satu kali proses eksekusi statemen yang akan diulang walaupan kondisi yang
didefinisikan tidak terpenuhi (bernilai salah).
Adapun bentuk
umum dari struktur perulangan do-while adalah seperti yang tampak
dibawah ini:
do {
Statemen_statemen_yang_akan_diulang;
} while (kondisi);
Statemen_statemen_yang_akan_diulang;
} while (kondisi);
Berikut
4 Perbedaan mendasar struktur perulangan while dan do-while:
• Pada struktur perulangan while, pengecekan kondisi dilakukan di awal blok / pengecekan kondisi dilakukan sebelum eksekusi statemen.
• Pada struktur perulangan do-while, pengecekan kondisi dilakukan di akhir blok / pengecekan kondisi dilakukan setelah eksekusi statemen.
• Pada struktur perulangan while, jika kondisi yang didefinisikan tidak terpenuhi (bernilai salah) maka statemen-statemen yang terdapat dalam blok perulangan tidak akan pernah dieksekusi oleh program.
• Pada struktur perulangan do-while, jika kondisi yang didefinisikan tidak terpenuhi (bernilai salah) maka tetap akan melakukan satu kali eksekusi statemen-statemen yang terdapat dalam blok perulangan.
Contoh
Program dengan Struktur Do-While:
#include
<iostream>
using
namespace std;
int
main()
{
// Mendeklarasikan variabel MD sebagai
// Indeks perulangan
int MD;
// Melakukan inisialisasi nilai terhadap variabel
MD
// Perhatikan nilai MD = 25
// Tidak sesuai dengan kondisi "MD
< 8"
// Namun tetap akan melakukan satu kali
// Eksekusi statemen yang ada dalam blok
perulangan
MD = 25;
do{
cout<<"Belajar C++ Bareng
MateriDosen.Com\n";
// Statemen ini berguna untuk
menaikkan nilai MD
// Setelah MD bernilai 8 maka
perulangan berhenti
MD++;
}while (MD<8);
return 0;
}
output program:
ARRAY 1 DIMENSI & ARRAY MULTIDIMENSI
Array atau bisa disebut sebagai larik adalah koleksi data atau
kumpulan data yang memiliki nama variable dan jenis tipe data yang sama dan
memiliki index, index tersebut digunakan untuk mengakses (baca/tulis) elemen
atau isi array tersebut.
Jadi ciri dari variable array adalah:
ž memiliki
nama
ž memiliki
index
ž memiliki
tipe data dan
ž memiliki
elemen
- Array satu dimensi
Pengertian
Array 1 dimensi adalah sekelompok data yang memiliki nama variable dan
tipe data yang sama yang dapat diakses menggunakan 1 buah index saja.
Contoh Program
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
cout<<"Program Herlina"<<endl;
cout<<endl;
int
nilai[4] = {2,4,6,7};
for(int
i=0;i<4;i++){
cout<<
nilai[i] <<endl;
}
}
output program:
-
Array multidimensi
Array Multidimensi merupakan array
yang serupa dengan array satu dimensi , namun array multidimensi dapat memiliki
memori yang lebih besar. Biasanya array multidimensi digunakan untuk menyebut
array dengan dimensi lebih dari satu atau
array yang mempunyai lebih dari dua subskrip, seperti untuk menyebut array tiga
dimensi, empat dimensi, lima dimensi dan seterusnya.
Contoh Program
Multi2Dimensi:
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
cout<<"Program Herlina"<<endl;
cout<<endl;
cout<<"contoh Array Multi Dimensi";
cout<<endl;
int a[4][2] = {{20,1},{40,2},{60,3},{70,4}};
for(int i=0;i<4;i++){
for(int j=0;j<2;j++){
cout<< "a[" << i << "][" << j
<< "] = " << a[i][j] <<endl;
}
}
}
output program:
Record/Struct
Record atau Struct dalam bahasa C++ banyak
digunakan untuk menyimpan data dalam jenis yang banyak. Dalam pemrograman,
Record digunakan untuk membuat sebuah tipe data baru yang kita inginkan, dalam
hal ini, Record mempunyai dua struktur, yaitu Record yang
mewakili "baris" dan field yang mewakili
"kolom".
Record adalah suatu tipe data yang
merupakan gabungan dari 2 (dua) atau lebih field/variabel. Dalam tabel database
sebuah record akan mewakili sebuah baris (row) sedangkan field/variabel adalah
merupakan kolom (column).
Syntax atau bentuk dasar
pendefinisian record di dalam pemrograman C/C++ adalah sebagai berikut :
struct <namatipe>
{
<typedata1> <namavar1> [, <namavar2> [, … ] ; [
<typedata2> <var1> [, <var2> [, … ] ;
[ ... ]]
<typedata1> <namavar1> [, <namavar2> [, … ] ; [
<typedata2> <var1> [, <var2> [, … ] ;
[ ... ]]
};
contoh program:
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
struct mahasiswa
{
string nama,jurusan;
int npm;
} ;
cout<<"Data mahasiswa"<<endl;
cout<<" Herlina "<<endl;
cout<<"==================="<<endl;
mahasiswa pertama;
pertama.nama ="Herlina";
pertama.npm =2018020015;
pertama.jurusan ="teknik informatika";
cout<<endl;
cout<<"Nama : "<<pertama.nama<<endl;
cout<<"NPM : "<<pertama.npm<<endl;
cout<<"jurusan : "<<pertama.jurusan<<endl;
mahasiswa kedua;
kedua.nama ="Esron Tibarrang";
kedua.npm =2018020010;
kedua.jurusan ="teknik informatika";
cout<<endl;
cout<<"Nama : "<<kedua.nama<<endl;
cout<<"NPM : "<<kedua.npm<<endl;
cout<<"jurusan : "<<kedua.jurusan<<endl;
}
using namespace std;
int main()
{
struct mahasiswa
{
string nama,jurusan;
int npm;
} ;
cout<<"Data mahasiswa"<<endl;
cout<<" Herlina "<<endl;
cout<<"==================="<<endl;
mahasiswa pertama;
pertama.nama ="Herlina";
pertama.npm =2018020015;
pertama.jurusan ="teknik informatika";
cout<<endl;
cout<<"Nama : "<<pertama.nama<<endl;
cout<<"NPM : "<<pertama.npm<<endl;
cout<<"jurusan : "<<pertama.jurusan<<endl;
mahasiswa kedua;
kedua.nama ="Esron Tibarrang";
kedua.npm =2018020010;
kedua.jurusan ="teknik informatika";
cout<<endl;
cout<<"Nama : "<<kedua.nama<<endl;
cout<<"NPM : "<<kedua.npm<<endl;
cout<<"jurusan : "<<kedua.jurusan<<endl;
}
output program:
















