Jumat, 24 Januari 2020

materi pemrograman terstruktur dengan bahasa C++



 PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR

Pemrograman terstruktur merupakan suatu tindakan untuk membuat suatu program yang berisi instruksi-instruksi dalam baghasa komputer yang di susun secara logis dan sistematis supaya mudah di tes, mudah dimengerti dan mudah di modifikasi.

Pemrograman terstruktur adalah bahasa pemrograman yang mendukung pembuatan program sebagai kumpulan prosedur. Prosedur-prosedur ini dapat saling memanggil dan dipanggil dari manapun dalam program dan dapat mengunakan parameter yang berbeda-beda untuk setiap pemanggilan. Bahasa pemrograman terstruktur adalah pemrograman yang mendukung abstraksi data, pengkodean terstruktur dan kontrol program terstruktur. Sedangkan Prosedur adalah bagian dari program untuk melakukan operasi-operasi yang sudah ditentukan dengan menggunakan parameter tertentu.

Ciri – ciri Program Terstruktur 
  1. Run correctly (program handal) 
  2. Run efficiently (program menjadi sederhana / tidak rumit) 
  3. Be easy to read and understand (mudah dibaca dan ditelusuri)  
  4. Be easy to debug (program mudah ditelusuri kesalahannya)  
  5. Be easy to modify (program mudah dimodifikasi)

 Contoh pemrograman terstruktur:
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
cout<<"nama Herlina Lai";
            return 0;
}
OUTPUT PROGRAM:








     






     


    OPERATOR DAN TIPE DATA 

    Operator adalah simbol khusus yang dapat dilibatkan dalam pembuatan program untuk melakukan suatu operasi matematika maupun manipulasi logika.
    Tipe data adalah klasifikasi variabel untuk menentukan keadaan data yang akan di simpan dalam memory dan jenis operasi apa yang akan dilakukan oleh variabel tersebut.

    1.      Operator Aritmatika merupakan operator yang digunakan untuk melakukan perhitungan aritmatika. Operator Aritmatika dibagi menjadi 2 macam yaitu Operator Binary dan Operator Unary.
    • Operator Binary.
    • + Operator Penjumlahan.
    • - perator Pengurangan. 
    • * Operator Perkalian.
    • % Operator Modulus.
    • = Operator Sama Dengan.
    • Operator Unari.
    • + Operator Nilai Plus.
    • - Operator Nilai Minus.
    • ++ Operator Nilai Menaik (Increment).
    • -- Operator Nilai Menurun (Decrement).

    Contoh program aritmetika:

    #include <iostream>
    using namespace std;
    int main()
    {
                float bil1,bil2,jumlah,kali,bagi,kurang;
               
                cout<<"masukkan bilangan1:";
                cin>>bil1;
                cout<<"masukkan bilangan2:";
                cin>>bil2;
               
                jumlah=bil1+bil2;
                kali=bil1*bil2;
                bagi=bil1/bil2;
                kurang=bil1-bil2;
               
                cout<<"hasil jumlah:"<<jumlah<<endl;
                cout<<"hasil kali:"<<kali<<endl;
                cout<<"hasil bagi:"<<bagi<<endl;
                cout<<"hasil kurang:"<<kurang<<endl;
               
                return 0;
    }

    Output Program:






















    Operator Relasi
    Operator Relasi merupakan operator yang digunakan untuk melakukan perbandingan. Operator Relasi terdiri dari:
    1. Operator Relasi.
    2. < Operator Lebih Kecil Dari.
    3. > Operator Lebih Besar Dari.
    4. <= Operator Lebih Kecil Sama Dengan.
    5. >= Operator Lebih Besar Sama Dengan.
    6. == Operator Sama Dengan.
    7. != Operator Tidak Sama Dengan.

    Contoh Program Operasi Relasi:
    #include <iostream>
    using namespace std;
    int main()
    {
                bool p,q;
                cout<<"latihan Lina"<<endl;
                p=(7==5);
                q=(7>4);
                cout<<endl;
                cout<<"5=3="<<p<<endl;
                cout<<"5>4="<<q<<endl;
                return 0;
    }

    Output program:
























     Operator Logika
    Operator Logika merupakan operator yang digunakan untuk melakukan fungsi logika. Operator Logika terdiri dari
    1. Operator Logika
    2. && Operator And
    3. || Operator Or
    4. ! Operator Not

    Contoh program operator logika:
    #include <iostream>
    using namespace std;
    int main()
    {
                bool p,q,r;
                cout<<"latihan LIna"<<endl;
                p=(1||1);
                q=(0&&1);
                r=!0;
               
                cout<<endl;
                cout<<"1 OR 1="<<p<<endl;
                cout<<"0 AND 1="<<q<<endl;
                cout<<"0 NOT="<<r<<endl;
                return 0;
    }

    Output  program:





















    TIPE DATA
    Tipe data adalah himpunan nilai yang dapat dimiliki oleh sebuah data. Tipe data menentukan apakah sebuah nilai dapat dimiliki sebuah data atau tidak, serta operasi apa yang dapat dilakukan pada data tersebut. Contoh tipe data dalam dunia nyata adalah bilangan bulat.

    Jika sebuah data, misalnya umur harus berupa bilangan bulat maka dapat dipastikan bahwa 25, 13, 7 dapat menjadi nilai umur, sedangkan angka yang menggunakan koma seperti 7.5, 19.
    655 .

    Contoh bilangan bulat ini dapat kita lihat dalam kasus sehari - hari khususnya dalam hal pencacahan (Ingat kembali bilangan cacah : 1, 2, 3, 4, ... yang merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan bulat).


    Sebuah program akan dieksekusi apabila memiliki perintah atau data yang akan diolah/proses. Data dalam bahasa C++ memiliki tipe data tersendiri yang mampu dibaca oleh sistem komputer. Ada beberapa macam tipe data yang ada dalam bahasa C++ antara lain sebagai berikut :
    • ·         Tipe Data Char
    Char merupakan tipe data berbentuk karakter tunggal(string tidak termasuk). Char memiliki jumlah bit sebanyak 8 bit (1 byte). Pendeklarasian secara umum adalah char nama_variabel[panjang_karakter];.
    • ·         Tipe data integer
    Integer merupakan tipe data bilangan bulat. Integer memiliki jumlah bit sebanyak 16b bit (2 byte). Pendeklarasian secara umum adalah int nama_variabel; .
    • ·         Tipe data float
    Float merupakan tipe data bilangan pecahan presisi tunggal. Float memiliki jumlah bit sebanyak 32 bit (4 byte). Pendeklarasian secara umum adalah float nama_variabel; .
    • ·         Tipe data double
    Double merupakan tipe data bilangan pecahan presisi ganda. Double memiliki jumlah bit sebanyak 64 bit (8 byte). Tipe data double lebih akurat dibandingkan dengan float apabila terdapat banyak angka dibelakang tanda koma ( , ) .
    • ·         Tipe data void
    Void merupakan tipe data tidak bertipe dan memiliki jumlah bit sebanyak 0 bit. Biasanya digunakan saat pendeklarasian fungsi.



    SELEKSI
    (IF TUNGGAL, IF ELSE, IF DALAM IF)

    Contoh program seleksi IF TUNGGAL
    #include <iostream>
    using namespace std;
    int main()
    {
                float nilai;
                cout<<"Herlina Lai"<<endl;
                cout<<"masukkan nilai anda:";
                cin>>nilai;
                if(nilai>=80){
                            cout<<"selamat anda lulus....."<<endl;
                }
                return 0;
    }

    Output program:






    Contoh program if else:
    #include <iostream>
    using namespace std;
    int main()
    {
                int nilai;
                cout<<"Herlina Lai"<<endl;
                cout<<"nilai anda:";
                cin>>nilai;
                if(nilai>=90){
                            cout<<"lulus"<<endl;
                }else{
                            cout<<"maaf anda tidak lulus";
                }
                return 0;
               
    }

    Output program:


    NILAI(>90) outputnya "LULUS".


    NILAI(<90) output "MAAF ANDA TIDAK LULUS".










































    Contoh program if dalam if:
    #include <iostream>
    using namespace std;
    int main()
    {
                int nilai;
                cout<<"Herlina Lai"<<endl;
                cout<<"nilai yang anda masukkan:";
                cin>>nilai;
                if(nilai==1)
                            cout<<"sangat baik";
                if(nilai==2)
                            cout<<"baik";
                if(nilai==3)
                            cout<<"cukup";
                else
                            cout<<"error";
               
    }

    Output program:



































     switch
                Switch Case merupakan salah satu bentuk percabangan, yang digunakan untuk pilihan berjumlah banyak. Tidak dianjirkan pada pilihan yang melibatkan jangkauan (range) tetapi dianjurkan pada pilihan berupa konstanta dan banyak misalnya untuk memilih menu .

    CONTOH PROGRAM SWITCH:
    #include <iostream>
    using namespace std;
    int main ()
    {
                char kode;
                cout<<"Masukkan Kode Barang [A..C] : ";
                cin>>kode;
                switch(kode)
                {
                            case 'A' :
                            case 'a' :
                                        cout<<endl;
                                        cout<<"Pilihan anda adalah : Alat Olah Raga";
                                        break;
                            case 'B' :
                            case 'b' :
                                        cout<<endl;
                                        cout<<"Pilihan anda adalah : Alat Elektronik";
                                        break;
                            case 'C' :
                            case 'c' :
                                        cout<<endl;
                                        cout<<"Pilihan anda adalah : Alat Masak";
                                        break;
                            default:
                                        cout<<"Anda Salah Masukkan Kode";
                }
                return 0;
    }
     

    OUTPUT PROGRAM:
    jika yang anda input adalah B.




    jika anda menginput sembarang.

     

     PERULANGAN

    1. Struktur Perulangan For

                Struktur perulangan / pengulangan jenis for biasanya digunakan untuk melakukan perulangan yang telah diketahui banyaknya. Biasanya jenis perulangan for dianggap sebagai jenis perulangan yang paling mudah dipahami.

    Untuk melakukan perulangan dengan menggunakan struktur perulangan for, kita harus memiliki sebuah variabel sebagai indeksnya. Namun perlu sekali untuk diperhatikan bahwa tipe data dari variabel yang akan digunakan sebagai indeks haruslah tipe data yang mempunyai urutan yang teratur, misalnya tipe data int (0,1,2, ... ) atau char ('a' , 'b' , 'c' , ... ).



    Adapun bentuk umum dari struktur perulangan for adalah seperti  dibawah ini:
    // Untuk perulangan yang sifatnya menaik (increment)
    // Pastikan nialai awal < kondisi saat berjalan
    for(variabel = niali_awal ; kondisi_saat_berjalan ; variable++)
    {
         Statemen_yang_akan_diulang;
    }

    // Untuk perulangan yang sifatnya menurun (decrement)
    // Pastikan nialai awal > kondisi saat berjalan
    for(variabel = nilai_awal ; kondisi_saat_berjalan ; variable--)
    {
         Statemen_yang_akan_diulang;
    }

    Contoh Program dengan Struktur For:

    Berikut ini contoh program yang menunjukkan perulangan dengan menggunakan struktur for. Program akan ditulis dalam dua tipe, yaitu perulangan for yang sifatnya menaik (increment) dan perulangan for yang sifatnya menurun (decrement)
    Contoh perulangan For yang sifatnya menaik (increment).
    #include <iostream>
    using namespace std;
    int main(){
         int MD;

         for(MD=0;MD<8;MD++){
              cout<<"Belajar materi perulangan"<<endl;
         }

         return 0;
    }

    Contoh perulangan For yang sifatnya menurun (decrement).
    #include <iostream>
    using namespace std;
    int main(){
         int MD;

         for(MD=8;MD>0;MD--){
              cout<<"Belajar materi perulangan"<<endl;
         }

         return 0;
    }






      output program:
    Kedua program diatas jika dijalankan akan menghasilkan output yang sama.























    2. Struktur Perulangan While
    Struktur perulangan while adalah perulangan yang melakukan pemeriksaan kondisi di awal blok perulangan. Kita tahu bahwa perulangan hanya akan dilakukan jika kondisi yang didefinisikan terpenuhi (jika kondisi bernilai benar). Hal ini berarti jika kondisi yang didefinisikan tidak terpenuhi (bernilai salah) maka statemen-statemen yang terdapat dalam blok perulangan pun tidak akan pernah dieksekusi oleh program.


    Contoh Program dengan Struktur While:
    #include <iostream>
    using namespace std;
    int main()

    {
         // Mendeklarasikan variabel MD sebagai
         // Indeks perulangan
         int MD;

         // Melakukan inisialisasi nilai
         // Terhadap variabel MD
         MD = 0;

         while (MD<8){
         cout<<"Belajar C++ Bareng MateriDosen.Com\n";

              // Statemen ini berguna untuk menaikkan nilai MD
              // Setelah MD bernilai 8 maka perulangan berhenti
              MD++;
         }

         return 0;
    }






















     

    3. Struktur Perulangan Do-While
    Berbeda dengan struktur while yang melakukan pemeriksaan kondisi di awal blok perulangan, pada struktur do-while kondisi justru ditempatkan di bagian akhir. Hal ini tentu menyebabkan struktur perulangan do-while minimal akan melakukan satu kali proses eksekusi statemen yang akan diulang walaupan kondisi yang didefinisikan tidak terpenuhi (bernilai salah).

    Adapun bentuk umum dari struktur perulangan do-while adalah seperti yang tampak dibawah ini:
    do {
         Statemen_statemen_yang_akan_diulang;
    } while (kondisi);


     
    Berikut 4 Perbedaan mendasar struktur perulangan while dan do-while:

          Pada struktur perulangan while, pengecekan kondisi dilakukan di awal blok / pengecekan kondisi dilakukan sebelum eksekusi statemen.

          Pada struktur perulangan do-while, pengecekan kondisi dilakukan di akhir blok / pengecekan kondisi dilakukan setelah eksekusi statemen.

          Pada struktur perulangan while, jika kondisi yang didefinisikan tidak terpenuhi (bernilai salah) maka statemen-statemen yang terdapat dalam blok perulangan tidak akan pernah dieksekusi oleh program.

          Pada struktur perulangan do-while, jika kondisi yang didefinisikan tidak terpenuhi (bernilai salah) maka tetap akan melakukan satu kali eksekusi statemen-statemen yang terdapat dalam blok perulangan.


    Contoh Program dengan Struktur Do-While:
    #include <iostream>
    using namespace std;
    int main()
    {
         // Mendeklarasikan variabel MD sebagai
         // Indeks perulangan
         int MD;
         // Melakukan inisialisasi nilai terhadap variabel MD
         // Perhatikan nilai MD = 25
         // Tidak sesuai dengan kondisi "MD < 8"
         // Namun tetap akan melakukan satu kali
         // Eksekusi statemen yang ada dalam blok perulangan
         MD = 25;
         do{
              cout<<"Belajar C++ Bareng MateriDosen.Com\n";
              // Statemen ini berguna untuk menaikkan nilai MD
              // Setelah MD bernilai 8 maka perulangan berhenti
              MD++;
         }while (MD<8);
         return 0;
    }


    output program: 



     

     

      ARRAY 1 DIMENSI & ARRAY MULTIDIMENSI


    Array atau bisa disebut sebagai larik adalah koleksi data atau kumpulan data yang memiliki nama variable dan jenis tipe data yang sama dan memiliki index, index tersebut digunakan untuk mengakses (baca/tulis) elemen atau isi array tersebut.
       Jadi ciri dari variable array adalah:
    ž  memiliki nama
    ž  memiliki index
    ž  memiliki tipe data dan
    ž  memiliki elemen

    • Array satu dimensi 
        Pengertian Array 1 dimensi adalah sekelompok data yang memiliki nama variable dan tipe data yang sama yang dapat diakses menggunakan 1 buah index saja. 
    Contoh Program
    #include <iostream>
    using namespace std;
    int main()
    {
                    cout<<"Program Herlina"<<endl;
                    cout<<endl;
                    int nilai[4] = {2,4,6,7};
                    for(int i=0;i<4;i++){
                    cout<< nilai[i] <<endl;
                    }
    }
     output program:





























    • Array multidimensi

                    Array Multidimensi merupakan array yang serupa dengan array satu dimensi , namun array multidimensi dapat memiliki memori yang lebih besar. Biasanya array multidimensi digunakan untuk menyebut array dengan dimensi lebih dari satu atau array yang mempunyai lebih dari dua subskrip, seperti untuk menyebut array tiga dimensi, empat dimensi, lima dimensi dan seterusnya.

    Contoh Program Multi2Dimensi:

    #include <iostream>
    using namespace std;
    int main()
    {
                    cout<<"Program Herlina"<<endl;
                    cout<<endl;
                    cout<<"contoh Array Multi Dimensi";
                    cout<<endl;

                    int a[4][2] = {{20,1},{40,2},{60,3},{70,4}};
                    for(int i=0;i<4;i++){
                    for(int j=0;j<2;j++){
                                                    cout<< "a[" << i << "][" << j << "] = " << a[i][j] <<endl;
                                    }             
                    }
    }

    output program:































    Record/Struct

    Record atau Struct dalam bahasa C++ banyak digunakan untuk menyimpan data dalam jenis yang banyak. Dalam pemrograman, Record digunakan untuk membuat sebuah tipe data baru yang kita inginkan, dalam hal ini, Record mempunyai dua struktur, yaitu Record yang mewakili "baris" dan field yang mewakili "kolom".

    Record adalah suatu tipe data yang merupakan gabungan dari 2 (dua) atau lebih field/variabel. Dalam tabel database sebuah record akan mewakili sebuah baris (row) sedangkan field/variabel adalah merupakan kolom (column).
    Syntax atau bentuk dasar pendefinisian record di dalam pemrograman C/C++ adalah sebagai berikut :
                    struct <namatipe>
                    {
        <typedata1> <namavar1> [, <namavar2> [, … ] ; [
        <typedata2> <var1> [, <var2> [, … ] ;
        [ ... ]]
                    };
     
    contoh program:
    #include <iostream>
    using namespace std;
    int main()
    {
        struct mahasiswa
        {
            string nama,jurusan;
            int npm;
           
        } ;
        cout<<"Data mahasiswa"<<endl;
        cout<<"   Herlina    "<<endl;
        cout<<"==================="<<endl;
        mahasiswa pertama;
        pertama.nama ="Herlina";
        pertama.npm =2018020015;
        pertama.jurusan ="teknik informatika";
       
        cout<<endl;
        cout<<"Nama : "<<pertama.nama<<endl;
        cout<<"NPM  : "<<pertama.npm<<endl;
        cout<<"jurusan : "<<pertama.jurusan<<endl;
       
        mahasiswa kedua;
        kedua.nama ="Esron Tibarrang";
        kedua.npm =2018020010;
        kedua.jurusan ="teknik informatika";
       
        cout<<endl;
        cout<<"Nama : "<<kedua.nama<<endl;
        cout<<"NPM  : "<<kedua.npm<<endl;
        cout<<"jurusan : "<<kedua.jurusan<<endl;
       
    }
    output program: